IELC

Indonesia

Dimana lagi dapat ditemukan sebuah negeri yang lebih menarik sebagai tempat persemayaman para orang suci daripada sekumpulan pulau-pulau nan teduh menghijau yang muncul di tengah-tegah keluasan samudra Kepulauan Melayu, dimana pencapaian pencerahan dan kedamaian pemujaan dinaungi oleh semua yang agung dan indah yang dapat ditemui di alam?” – Sir Thomas Raffles

small30

Gunung Merapi – Jawa Tengah

Kepulauan Indonesia membentuk sebuah rangkaian hijau bak jamrud – terdiri dari sekitar 3.000 pulau-pulau tropis yang membentang sepanjang 3.500 mil di antara benua Asia dan Australia. Kepulauan ini membentang dari Aceh yang berada di pucuk utara Pulau Sumatera di sebelah barat, sampai ke ujung satunya di Irian Jaya di bagian timur. Mencerminkan keanekaragaman geografisnya, penduduk Indonesia membentuk suatu gambaran berwarna-warni dari berbagai suku bangsa, bahasa, budaya, agama dan tradisi. Keanekaragaman tersebut meliputi pulau Jawa yang subur dan padat penduduknya dengan pemandangan sawah-sawah yang berteras-teras dan juga merupakan tempat dari berbagai keajaiban arsitektur kuno yang masih bisa dinikmati sampai sekarang, sampai ke pulau Kalimantan dan Irian Jaya yang merupakan hamparan hutan hujan tropis berpenduduk jarang dimana beberapa suku masih menjalani kehidupan pra-sejarah seperti nenek moyang mereka yang tak tersentuh oleh teknologi moderen. Seluruh kepulauan Indonesia beriklim muson tropis dengan 2 musim yang berganti-ganti sepanjang tahun: musim hujan dan musim kemarau. Iklim inilah yang membentuk ritme pasang-surut kehidupan di Indonesia. Keanekaragaman budaya Indonesia terlahir dari lokasinya yang strategis yang merupakan pertemuan 2 jalur utama perdagangan dan budaya kuno antara Cina dan India; dan perannya saat ini sebagai negara yang berpenduduk paling padat se-Asia Tenggara dan nomor lima di dunia.

small32

Solo – Jawa Tengah

Pulau Jawa

Pulau Jawa memiliki tanah yang subur dan indah – teras-teras sawah hijau berlatar belakang gunung berapi nan menjulang tinggi dan candi-candi Hindu-Budda yang bertebaran di sana-sini yang kesemuanya memiliki makna spiritual tersendiri. Saat berjalan-jalan di pedesaan, dapat dibayangkan bahwa tatanan kehidupan tradisional masyarakat pedesaan tidak banyak mengalami perubahan sejak masa keemasan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia pada abad ke 8 dan 9. Sebagian besar cara-cara bercocok tanam masyarakat masih berakar dari masa-masa kerajaan kuno tersebut – para petani masih membajak sawah mereka menggunakan bajak yang ditarik kerbau dan rumah-rumah di pedesaan masih dibuat dari bahan-bahan bangunan tradisional seperti bambu dan batang padi. Banyak juga tradisi budaya yang berasal dari masa kerajaan Hindu-Budda di Jawa atau bahkan lebih kuno lagi – dari masa kepercayaan animisme bangsa Austronesia kuno. Musik, tari-tarian dan karya seni tradisional masih terus bertahan di pulau ini.

small31

Candi Borobudur

Salah satu puncak pencapaian budaya di Indonesia adalah monumen Budda terbesar di dunia – Borobudur. Dibangun pada abad ke 9, candi berbentuk mandala yang mengagumkan ini merupakan suatu puncak keindahan dan kecanggihan arsitektur kuno. Bangunan ini menyajikan bimbingan dasar kepada para penjiarahnya untuk mencapai pencerahaan spiritual. Dengan memutari dan menaiki kesepuluh tingkat candi, secara bertahap para penjiarah mempersiapkan batin dan pikirannya untuk mencapai bagian tertinggi candi yang sangat sederhana dan tak mempunyai bentuk pasti. Borobudur merupakan perwujudan dari suatu filosofi yang secara menyeluruh memuja pencapaian kesempurnaan spiritual. Hal inilah yang menarik banyak wisatawan asing ke Indonesia dengan keinginan untuk mengalami sendiri suasana mistis yang timbul dari tanah kuno ini.

small20

Ceremonial Offering Bowl 19th Century – Bali